Pembatalan pertandingan antara Argentina dan Israel, yang sudah diadakan dalam beberapa hari, bisa menyebabkan kontroversi sendiri.

Keputusan La Biceleste untuk membatalkan adalah untuk mengakhiri tekanan yang diberikan oleh publik, terutama mereka yang mengaku sebagai penggemar sepak bola serta kubu pro-Palestina, sehingga mereka tidak menguji permainan melawan tim nasional Israel.

Dalam protes itu, para demonstran membawa pakaian Argentina berlumuran darah. Deskripsi tentang bagaimana Israel akan secara agresif menghilangkan protes oleh rakyat Palestina.

Tetapi Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman sangat mengutuk keputusan sepihak yang diambil oleh tim perawatan Jorge Sampoli.

“Tindakan Argentina benar-benar memalukan dan tidak dapat dipahami,” kata Lieberman, seperti yang dikatakan sepakbola internasional, “bagaimana perjanjiannya dengan Asosiasi Sepak Bola Israel dapat berhenti tiba-tiba dan secara sepihak karena desakan dari mereka yang membenci Israel.”

Kedutaan besar Israel di Argentina juga mengumumkan kepada publik apakah pertandingan pengaturan pertandingan yang melibatkan kedua kubu dibatalkan karena ancaman dan provokasi yang diarahkan pada bintang Los Angeles Alesseleste Lionel Messi.

Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan antara Israel dan Palestina telah meningkat. Ini terjadi karena kekejaman yang dilakukan oleh tentara Israel, yang tidak ragu-ragu untuk membunuh rakyat Palestina, yang memprotes hubungan dengan aneksasi gila yang dilakukan oleh Israel di wilayahnya. Berdasarkan pelepasan sejumlah sumber, setidaknya 125 warga sipil tewas sebagai akibat dari prosedur ini.

Kekecewaan yang dirasakan oleh Israel tentu masuk akal karena pertandingan uji coba direncanakan di Yerusalem. Cukup ketika bintang dunia Messi dan teman-teman internasional melakukan perjalanan ke daerah itu jika tidak melalui pertandingan pertandingan.

Dikatakan bahwa pembatalan pertandingan kontra Israel membuat Argentina mencari lawan baru untuk memainkan pertandingan terakhir sebelum memasuki Piala Dunia 2018. Sayangnya, tidak jelas negara mana yang Albicelist coba jelajahi sebagai pesaing.